ETIKA MENGKRITIK DI KANTOR
Dalam berkehidupan sosial di masyarakat maupun di kantor, kritik adalah salah satu cara untuk merubah keadaan menjadi lebih baik. Kritik merupakan ungkapan bernada koreksi terhadap seseorang atau kondisi tertentu. Tapi, tidak selamanya kritik berakibat baik. Bahkan akibat kritikan, bisa-bisa anda malah dimusuhi dan dijauhi.Dalam dunia kerja, kritik ini bahkan bisa menjadi acuan untuk kemajuan dan upaya untuk menjatuhkan karir seseorang. Lalu bagaimana cara terbaik jika anda ingin menyampaikan kritik di kantor?
Kritik bisa diterima dengan baik jika:
- Disampaikan dengan cara simpatik.
- Tidak Menghakimi
- Tidak tendesius untuk menjatuhkan.
- Jangan menggurui atau sok tahu.
- tidak merendahkan harga diri orang lain
Etika Dalam Menyampaikan Kritik (untuk Personal):
- Sebaiknya jangan langsung menghantam orang dengan kritikan pedas dan kasar. Tidak ada salahnya, sebelumnya anda memohon maaf bahwa anda akan menyampaikan kritik.
- Carilah waktu yang tepat untuk menyampaikan kritik, misalnya saat istirahat.
- Carilah tempat yang cukup aman untuk menyampaikannya, yang anda yakini orang lain tidak akan ikut campur.
- Jangan sekali-kali mengkritik seseorang dalam keadaan yang tidak mendukung, misalnya saat banyak kerjaan dan saat ‘badmood’. Karena bisa-bisa akan memicu keributan dengan anda. Hal ini sekaligus untuk menghindari pandangan negatif orang lain terhadap anda.
Etika Dalam Menyampaikan Kritik (untuk Lembaga):
- Gunakan Media rapat untuk menyampaikan
- Menyiapkan alternatif tindakan guna perbaikan (Saran)
- Selalu berpedoman pada aturan formal, dan profesional
Hal yang tak kalah penting, selesai mengungkapkan kritik, berilah saran atau alternatif penyelesaian. Jika tidak, sama saja anda memperkeruh suasana. Karena kritik yang membangun adalah kritik yang menyertakan cara dan saran penyelesaian. Dan lebih baik lagi jika anda ikut membantu penyelesaian serta bersedia untuk mendiskusikannya. Dengan demikian anda telah bersikap bijaksana dalam mengkritik
Comments