Posts

Showing posts from July, 2008

15 PERSONAL SKILLS YOU NEED ON THE JOB

Employers are looking for workers who have that special something: the skills, tendencies and attributes that help to keep productivity—and profits—up. What are they? Businesses are looking for employees with strong "personal" skills, according to ACT research. Keep these in mind, because employers certainly are. Carefulness: Do you have a tendency to think and plan carefully before acting? This helps with reducing the chance for costly errors, as well as keeping a steady workflow going. Cooperation: Willingness to engage in interpersonal work situations is very important in the workplace. Creativity: You've heard of "thinking outside the box"? Employers want innovative people who bring a fresh perspective. Discipline: This includes the ability to keep on task and complete projects without becoming distracted or bored. Drive: Businesses want employees who have high aspiration levels and work hard to achieve goals. Good attitude: This has been shown to predict co...

MERAIH KESEMPURNAAN SUKSES

Image
Suatu kali saya bertemu teman lama. Kami sudah tidak bertemu kembali sekitar empat tahun-an. Senang sekali rasanya bisa kembali saling menyapa, menanyakan kabar, dan bertukar pikiran , pengalaman, dan sesekali memanggil memori masa indah ketika kuliah dahulu. Mungkin sahabat juga pernah mengalami, seperti apa yang saya alami. Dan saat itulah momen yang paling penting untuk bisa saling berbagi tentang pengalaman hidup, pencapaiankerja atau yang lainnya. Sekali terlontar pertanyaan mudah, namun kadang susah untuk dijawab, ”Sudah sukses sekarang?”. Nah, sahabat pada saat kita merenung, pernahkan kita bertanya, apakah aku sudah sukses?. Baiklah, terhadang untuk mengukur keberhasilan atau kesuksesan, kita memakai ukuran yang telah terstruktur oleh lingkungan sosial. Namun ada juga diantara sahabat, yang memiliki definisi atau makna suksesnya sendiri. Sehingga, bisa dipastikan sukses menurut sahabat belum tentu sukses bagi orang lain. Pertentangan inilah yang terkadang membuat kita, seringka...

BUILD YOUR SELF CONFIDENCE

Everybody could do with a confidence boost sometimes, so to start with, here are a few basic tips... 1) How to Feel Good When You Need to Because self confidence and feeling good has a major 'hormonal' element, you can change the way you feel by re-living good times. If you can remember a time you felt really self confident, then excellent - use that! If not, then use a time you felt contented or happy. You could use a photo taken at such a time to remind you. This is just a start but an important one; taking deliberate control of your thoughts and emotions will have a huge impact on ourself confidence and other areas of your life. 2) Beating Self Consciousness Too much self consciousness is the No.1 enemy of self confidence. The trick is keeping your attention off yourself when you need to. Here's how... a) When you feel self-conscious, (you can usually tell because you start to feel anxious), choose something outside of yourself to focus on and study it in detail. For ex...

10 TIPS FOR BEING A BETTER OFFICE PROFESSIONAL

From time to time I’m going to use this space to put down some things that just happen to be in my head. While they may not be related to Office per se, this is my party and I’ll cry if I want to. Today’s random topic is Professionalism in the Workplace. I’m not in a position where I can quit my day job and work on Office full time. So I work in an office. In said office I sometimes see some things that inspired this post (regardless of how “common sense” some of these items are). Some of these rules (presented in an unordered list) have been broken by new folks for which this happens to be their first job and they just don’t know any better. Some however are perpetrated by people that should really know better… 1. Do not discuss your salary/wage with your coworkers. I can’t tell you how many times I’ve seen people do this. There is essentially zero good that can come out of this. One way or another somebody’s feelings are going to be hurt. It can cause a lot of strife between people ...

BERSIH ITU INDAH

Image
Saya tertarik dengan sebuah kata dalam sebuah iklan sabun cuci di televisi. Dalam iklan itu, narator iklan menyebutkan kata “berani kotor, itu baik”. Kata kotor dalam iklan itu mengandung pesan bahwa, jika kita ingin lebih banyak tahu, belajar, mempunyai pengalaman, maka jangan takut mengambil resiko. Artinya apa, dalam setiap proses, pasti butuh pengorbanan, termasuk berkotor-kotoran ria. Namun, di akhir bagian iklan, bahwa yang kotor itu bisa menjadi bersih, dan kita bisa menambil pelajaran dari proses tersebut. Sahabat, jika kita pahami pesan iklan diatas, maka akhirnya bahwa semua hal yang kotor harus kembali bersih. Setiap manusia, sekotor apapun pasti mempersepsikan bersih sebagai hal yang positif. Baju yang kotor harus dicuci agar bersih, badan yang mulai ”kuyu” dan bau, dimandikan agar segar dan bersih, halaman yang penuh daun, disapu agar tampak rapi, rumah yang kusam, dicat kembali agar tampak terlihat kembali baru dan enak dipandang dan kita akan lebih suka berkomunikasi den...

LEGITIMASI PELAYANAN

Sahabat sejati, pernahkan kita merasakan saat berkunjung ke rumah sakit, hotel, toko atau lembaga-lembaga lainnya kita mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari para pemberi layanan. Kita mendapatkan jawaban yang ketus yang tidak sesuai yang diharapkan, senyum tulus yang kita idamkanpun seperti api jauh dari panggang. Disana yang ada hanya sekelompok pegawai yang sibuk dengan pekerjaannya, acuh tah acuh dengan kita, raut wajah yang penuh ketegangan dan terkesan kurang menyenangkan. Nah, pada saat itulah kita merasa kurang diperhatikan kebutuhannya, seolah-olah kita yang butuh mereka, dan bukan sebaliknya. Situasi ini pula yang kemudian membuat sahabat jengkel, marah, kurang nyaman, dan akhirnya terkadang membuat malas sahabat sekalian untuk datang ke lembaga tersebut untuk kedua kalinya. Karena, bisa jadi sahabat berfikir bahwa kondisi serupa juga akan mereka alami, pilihannya adalah tidak datang ketempat itu lagi (jika tidak terpaksa), dan mencari lembaga sejenis yang memberikan pel...

Image-Building Tips

There's so much talk about "image" nowadays. In addition to marketers and managers, there are now spin doctors, who polish their clients' images by putting the best spin on what the public hears and sees. As a new busiiness owner, it's important to be your own spin doctor, molding and honing your business image to successfully appeal to your prospects and customers. I got an e-mail the other day from an entrepreneur who worries that potential customers see his new business as merely a hobby and wants to know how he can get them to take him seriously. Thousands of entrepreneurs nationwide are faced with the same dilemma. The key is to create an image that communicates professionalism right from the start beginning when customers call your company for the first time. Every time your phone rings, what your prospects hear makes a big difference in the way they perceive your business. Here are four steps you can take to make your business sound professional: Choose a ...

MENEMBUS DUNIA KERJA

Image
Sahabat, adakah diantara sahabat saat ini yang masih belum memiliki “pekerjaan”, atau sebagian sahabat yang merasakan ketidakpuasan di tempat kerja. Baiklah, saat ini memang pekerjaan menjadi modal penting bagi setiap insan untuk mampu mandiri dalam mengelola kehidupan yang lebih baik. Dengan bekerja pula, maka kita mendapatkan, kekayaan batin, hubungan antar manusia, penghargaan, aktualisasi diri, ibadah, pengalaman, dan semua hal itu kita bisa lakukan, dan mendapatkan penghasilan, inilah indahnya bekerja. Namun ada juga diantara sahabat kita yang merasa bahwa bekerja itu tidak indah, “sudah sulit nyarinya, gajinya kecil pula” , kata mereka. Memaknai bekerja hanya sebatas mendapatkan penghasilan dan belum mampu mengambil sesuatu yang lebih berharga dari aktivitas proses didalamnya. Tapi sudahlah, kali ini saya akan mencoba mengulas tentang Kiat bagi seorang yang memiliki motivasi untuk meningkatkan diri dengan bekerja. Dan memperoleh kekayaan batin, intelektual dan materi bekerja. P...

OPTIMIS ATAU REALISTIS

Image
Pernah dalam sebuah workshop, “Meraih dan Mengelola Karir”, terlontar pertanyaan bagus sekali dari audience saya. " Pak, sebagai lulusan baru saya, merasa bingung dalam menentukan pilihan atas masa depan karir saya. Satu sisi, saya merasakan harus menjadi pribadi yang optimis dalam memadang setiap tantangan karir yang ada didepan mata. Namun, disisi yang lain saya merasa bahwa saya penuh dengan keterbatasan, baik secara personalitas ataupun sosial, sehingga kemudian saya harus realistis dengan keadaan tersebut. Nah, menurut bapak manakah jalan yang terbaik bagi saya yang baru saja akan menempuh jenjang karir, saya harus optimis atau realistis". Sungguh sebuah pertanyaan yang menarik untuk diulas bersama. Karena apa, banyak orang yang karena sangat optimis, dan kemudian gagal total dalam karirnya, memiliki alasan, apa yang dilakukannya selama ini sebagai hal yang tidak realistis, diluar jangkauannya, atau kalau saya boleh bilang “seperti punguk merindukan bulan”. Dan akhir ...

DEMOTIVASI Vs MOTIVASI

Image
Sahabat, dalam menjalankan aktivitas profesi kita di kantor terkadang ada masa dimana kita sebagai pelakunya merasakan hal yang kurang positif, lemah, letih, lesu, lunglai, loyo, lemot, dan lainnya. Rasa sedih, kecewa, demotivasi memang bisa menimpa siapa saja. Begitu pula sahabat sekalian dan saya. Saya pun, yang memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan training motivasi untuk sahabat-sahabat saya di banyak institusi, ternyata merasakan juga bagaimana kondisi ketika penyakit mental itu muncul. Selama ini saya menganggap diri saya, tanpa bermaksud menyombong, adalah orang yang positif dan selalu mencoba untuk memiliki passion dalam setiap langkah hidup saya baik dalam kerja ataupun keluaraga - setidaknya saya selalu berusaha untuk berpikir positif. Saat ini, saya merasakan bahwa lingkungan tempat saya bekerja telah mulai berubah, dengan pergantian SDM, dan manajemen, dan ini membawa sebuah perubahan yang menurut perpektif subyektif saya, cenderung tidak benar, k...