WHEN EVERYTHING AGAINS YOU

“When everything seems to be going against you, remember that the airplane takes off against the wind, not with it.” (Henry Ford)

Dalam gerak langkah karir dan pekerjaan kita sering kali menemukan bahwa lingkungan tempat kita bekerja memberikan respon yang selalu negatif terhadap apa yang kita kerjakan. Respon tersebut dapat berupa penolakan atas hasil kerja kita, usulan dan saran yang kita sampaikan berlalu begitu saja, tanpa ada perhatian, hasil produktivitas kita mendapatkan nilai yang buruk dimata manajemen, dan hal lain yang membuat kita susah tidur, merasa bersalah. Tekanan mental ini jika kita tidak mensikapinya secara positif akan berdampak pada semakin menurunnya produktivitas, kesehatan terganggu karena stress yang muncul di permukaan, sehingga rasa jenuh dan merasa asing walaupun kita telah bekerja sekian lama di perusahaan tersebut.

Henry Ford seorang pengusaha besar di bidang otomotif mensikapinya dengan bahasa idiom yang cukup sederhana, “pada saat segala hal nampaknya senantisa melawan kamu, ingatlah bahwa sebuah pesawat mampu terbang hanya dengan melawan arah angin”. Dalam hal ini merupakan sebuah hal yang patut kita resapi bersama sahabat, bahwa sebuah kesuksesan mampu hadir dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi yang “salah” sekalipun. Sahabat, artinya apa, bahwa dalam mensikapi permasalahan baik itu dalam lingkup kerja ataupun individu dan keluarga kita memiliki pedoman bahwa segala sesuatu bisa jadi tidak selalu sejalan atau searah dengan apa yang kita inginkan, atau sesuai dengan lingkungan tempat kita beraktifitas. Namun terkadang sesuatu bisa saja memberikan tolakan atas apa yang kita lakukan, karena itu kita berfikir hal ini merupakan hal yang salah, karena tidak sesuai dengan apa yang kita dan lingkungan kita inginkan. Berangkat dari persepsi tersebut maka, sebagai insane berkualitas seharusnya mampu berfikir dan bertindak secara lebih arif dan rasional dengan fokus terhadap apa yang sedang terjadi. Dengan kejernihan hati dan akal, sahabat akan mampu melihat dengan jelas mengapa hal ini bisa terjadi, dan bagaimana memberikan kekuatan relasional agar mampu membuat angin yang menentang dan menolak kita membawa kita terbang, bahkan jauh tinggi daripada yang lainnya.

“Whether you think that you can, or that you can't, you are usually right.”– (Henry Ford)

Persoalan terbesar kita saat ini adalah memandang sesuatu sebagai sebuah kepastian semu, dimana ketika kita dihadapkan pada penolakan, maka akan menjadi persoalan yang bisa menghambat pekerjaan, karir, hubungan dengan sesama teman, dikucilkan dari pergaulan, dipergunjingkan dimana-mana, menjadi gossip disetiap sudut kantor, dan lainnya yang sadar atau tidak bisa menepikan rasionalitas sahabat sekalian, dan mengedepankan emosi yang cenderung tanpa perhitungan. Hal ini bisa jadi sebuah keniscayaan bahwa apa yang kita pikirkan baik itu baik atau buruk, akan menghasilkan sesuatu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, banyak diantara kita yang ketika sesuatu berjalan diluar apa yang kita inginkan, muncul sikap-sikap ataupun pikiran-pikiran yang sifatnya negatif, seperti pesimis, rasa bersalah, terasing, marah pada diri sendiri, benci pada lingkungan, nah sepertinya itulah yang akan terjadi karena bawah sadar pikiran kita akan mengerakkan seluruh elemen dalam tubuh kita dalam bentuk perilaku dan sikap seperti yang diinginkan. Karena itulah, terkadang jika kita mampu memberikan alur pada setiap komponen positif mengalir dalam pikiran kita, maka merubah hal yang buruk menjadi bermanfaat bagi karir dan atau individu sahabat sekalian bisa dicapai

“Smooth seas do not make skillful sailors.” (Abraham Lincoln)

Situasi ini akan mengasah sahabat secara mentalitas maupu kemampuan dalam menghadapi dilema pekerjaan, yang tentu saja akan memunculkan nilai tambah bagi diri sahabat. Konsepsi learning by doing telah membuat sahabat sejati menjadi lebih matang dalam mensikapi segala hal. Dengan inilah akan memunculkan kekuatan personalitas baru, yang meng-upgrade kita menjadi lebih mampu daripada yang lain. Dan tentu saja dengan sikap ini orang sadar dan hormat pada kita, atas apa yang kita lakukan, sikap dan bagaimana kita menyelesaikan masalah, bukan hanya pada sekedar omongan. Jika anda ingin menjadi pribadi yang mempunyai personalitas prima, maka jadilah seperti kelapa. Kelapa sebelum bisa mendapatkan sarinya maka harus dipetik dahulu, dijatuhkan dari atas pohonnya yang tinggi, bukan hanya sekedar jatuh, setelah itu kelapa dikuliti, batoknya diketok memakai parang agar mendapatkan isinya, setelah isinya dikeluarkan, maka dibelahlah kelapa itu diambil airnya untuk meneduh haus. Setelahnya masih dihaluskan, diparut dan diperas agar muncul sari kelapa yang berguna, bermanfaat, dan menyehatkan. Nah sahabat sejati maka ingatlah bahwa kita tidak akan belajar apapun jika kita telah merasa nyaman saat ini, merasa telah baik, sudah cukup, dan tidak memiliki masalah. Kita akan mendapatkan banyak pelajaran dari apa yang ada didepan dan mengoyak kenyaman kita, saat itulah tuntutan untuk menjadi lebih baik akan selalu hadir.

Comments

Popular posts from this blog

IDENTIFIKASI & RESOLUSI KRISIS

MANAJEMEN ISSUE & PUBLIC RELATION

Belajar Bisnis Online Lewat Ebook Gratis