PRINSIP KOMUNIKASI
Jika kita berinteraksi secara efektif dengan seseorang maka terlebih dahulu kita harus mengerti orang tersebut. Kunci utama dari pengaruh kita terhadap seseorang bukanlah terletak pada tehnik semata, melainkan adalah tingkah laku kita yang aktual.
Karakter kita terus-menerus memancar dalam berkomunikasi (Covey, 1996)
1. Mendengar empatik
Ketika orang lain berbicara, kita biasanya mendengarkan dalam tingkatan : mungkin mengabaikan orang tersebut, berpura-pura mendengarkan, mendengarkan selektif, mendengarkan atentif, dan sedikit dari kita yang mempraktekkan bentuk tertinggi dari mendengarkan, yaitu mendengarkan empatik.
Mendengarkan empatik adalah mendengarkan dengan maksud untuk mengerti, masuk dalam kerangka acuan orang lain. Mendengarkan empatik adalah mendengarkan dengan telinga serta dengan mata dan hati dengan memperhatikan perasaan, makna.
Mendengarkan empatik dapat akan memperkaya bank emosi kita. Dengan berempati, orang tidak akan menganggap kita memanipulasikan atau meredakan, sehingga dapat memberi efek menyembuhkan karena memberi udara psikologis.
2. Berusaha mengerti sebelum menentukan tindakan
Berusaha mengerti lebih dahulu adalah prinsip yang benar dalam segala bidang kehidupan. Prinsip ini memiliki kekuatan di dalam hubungan antar pribadi.
3. Pengertian dan persepsi
Sementara kita mendengarkan orang lain secara mendalam, kita akan menemukan perbedaan besar dalam persepsi.
4. Berusaha untuk mengerti
Dengan kredibilitas, empatik dan logika prinsip komunikasi dibangun berawal dari usaha untuk mengerti lebih dahulu. Seseorang yang dapat berbicara dalam pengertian yang mendalam akan paradigma kekhawatiran pendengar akan meningkat kredibilitasnya secara signifikan, ia tidak akan terjebak dalam “urusannya sendiri” melainkan ia benar-benar mengerti.
Istilah komunikasi atau “communication” berasal dari kata latin “communicatio” dan bersumber dari kata “communis” yang berarti sama, jelasnya : kesamaan arti. Jadi antara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi harus ada kesamaan arti. Mereka harus sama-sama mengerti mengenai hal yang dikomunikasikan.
Rumitnya jaringan dan ruwetnya jalur-jalur komunikasi menyebabkan seringnya timbul “salah komunikasi” (miscommunication) dan “salah interpretasi” (misinterpretation). Karena itu kita perlu mempunyai pegangan apa yang menjadi dasar dari suatu proses komunikasi :
1. Komunikasi harus meliputi paling sedikit tiga komponen.
Komponen pertama adalah komunikator, yakni orang yang menyampaikan isi komunikasi
Komponen kedua adalah komunikan, orang yang menerima isi komunikasi tersebut
Komponen ketiga adalah isi komunikasi, yang sering disebut “pesan”
2. Pesan komunikasi harus sama-sama dimengerti oleh komunikator dan komunikan.
3. Komunikasi yang efektif, adalah komunikasi yang dapat dimengerti dan dapat merubah sikap, pendapat dan tingkah laku orang lain, sehingga perlu memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
- Bahasa
- Frame of Reference
- Suasana dan Kondisi Komunikan
- Umpan Balik
1. Kendala dalam formulasi pesan
Sedikitnya ada 4 (empat) kendala yang perlu diatasi dalam menyusun pesan. Keempat kendala tersebut adalah:
(1) “Indecision” abaout message content” (ketidaktegasan tentang isi pesan)
(2) Kurang mengenali karakteristik dan situasi pihak penerima
(3) Adanya konflik emosional dalam diri pengirim pesan
(4) Kesulitan dalam mengekspresikan ide/gagasan baik secara tertulis ataupun lisan.
2. Kendala dalam penyampaian pesan
(1) Faktor fisik saluran
(2) Conflicting signals
(3) Terlalu banyak rangkaian hubungan komunikasi yang dipergunakan
3. Kendala dalam penerimaan pesan
Faktor lainnya dari sisi penerima adalah factor psikologis/mental. Misalnya rasa tidak percaya, prasangka, “stress”, dll. Semua factor psikologis/mental ini akan mempengaruhi penerimaan pesan.
4. Kendala dalam pemahaman pesan
(1) Adanya perbedaan latar belakang pengalaman
(2) Adanya perbedaan interprestasi tentang makna dari pesan-pesan verbal
(3) Adanya perbedaan dalam hal reaksi emosional
Agar Tidak Miscommunication & Misinterpretation.
![]()
Untuk menghindari terjadinya salah pengertian di kalangan penerimaan atas pesan yang akan disampaikan maka beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
(1) Tentukan dan pahami secara jelas apa maksud dan tujuan penyampaian pesan.
(2) Tentukan dan kenali secara jelas siapa target penerima pesan/audience.
(3) Jelaskan kepada target penerima/audience apa yang kita harapkan dari mereka dan berikan kerangka acuan untuk memudahkan pemahaman mereka.
(4) Gunakan bahasa yang kongkrit dan spesifik.
(5) Sampaikan pesan secara “Stick to the point” (langsung, jelas tidak berputar-putar atau terselubung).
(6) Sajikan pesan sesuai dengan kerangka referensi target penerima/audience.
(7) Berikan rangkuman mengenai hal-hal pokok dari isi pesan.
(8) Kurangi sebanyak mungkin “noises” yang akan menghambat proses penyampaian, penerimaan dan pemahaman pesan dikalangan target penerima/audience.
(9) Aktif membangkitkan tanggapan dan umpan balik dari target penerima/audience, serta bersikap reseptif dan terbuka.
Comments